PM, Banda Aceh – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL) memusnahkan ratusan kilogram narkotika hasil sitaan dalam tiga bulan terakhir. Pemusnahan berlangsung di halaman Kantor BNNP Aceh, Banda Aceh, pada Kamis (20/3/2025).
Kepala BNNP Aceh, Marzuki Ali Basyah, mengungkapkan bahwa barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari 231,6 kg sabu-sabu, 298.975 butir pil ekstasi, dan 180,4 kg ganja. Barang haram ini merupakan hasil operasi gabungan yang berhasil menggagalkan peredaran narkoba di wilayah Aceh.
“Penindakan ini melibatkan empat pelaku, di mana dua di antaranya diduga bagian dari sindikat internasional. Distribusi narkoba ini dikendalikan dari Thailand,” ujar Marzuki Ali Basyah.
Salah satu penyitaan terbesar dilakukan oleh prajurit TNI AL di kawasan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara. Dalam operasi tersebut, seorang pelaku berhasil diamankan bersama 105,29 kg sabu-sabu yang dikemas dalam 100 bungkusan. Pelaku mengaku hanya sebagai kurir, sementara aparat masih memburu jaringan utama yang diduga beroperasi lintas negara.
Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Lhokseumawe menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BNNP Aceh dalam memberantas peredaran narkoba, khususnya yang masuk melalui jalur laut.
Sementara itu, Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyatakan bahwa TNI AL berkomitmen penuh dalam perang melawan narkotika, sesuai dengan perintah langsung Presiden RI Prabowo Subianto untuk “membasmi peredaran narkoba” di Indonesia.
“Seluruh jajaran TNI AL telah diperintahkan untuk meningkatkan patroli maritim serta memperketat pengawasan di jalur-jalur penyelundupan, terutama di perbatasan yang rawan dimanfaatkan oleh sindikat internasional,” tegas Laksamana Muhammad Ali.
Dengan langkah tegas ini, diharapkan peredaran narkoba di Aceh dapat ditekan, sehingga generasi muda terbebas dari bahaya narkotika.
Belum ada komentar