Pemerintah Diminta Tingkatkan Fasilitas Bandara Perintis di Aceh

Pemerintah Diminta Tingkatkan Fasilitas Bandara Perintis di Aceh
H Firmandez

PM, JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI yang membidangi urusan infrastruktur dan perhubungan, H Firmandez, meminta Pemerintah RI melalui Kementerian Perhubungan, untuk meningkatkan fasilitas bandara perintis di Aceh.

Hal itu disampaikan Firmandes, beberapa hari lalu dalam rapat kerja dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan di Sultan Hotel, Jakarta.

“Fasilitas bandara di Aceh, terutama bandara perintis masih sangat kurang, makanya kita minta untuk ditingkatkan,” ujar Firmandez.

Kata dia, Menteri Perhubungan dalam kunjungannya ke Aceh pernah mengatakan akan memperpanang landasan Bandara Lasikin di Simeulue dan Bandara Alas Leuser di Aceh Tenggara. Bandara lain di Aceh yang perlu ditingkatkan adalah Bandara Rembele di Kabupaten Bener Meriah.

“Malah, untuk Bandara Rembele, pebangunan terminal kargo harus disegerakan. Terminal kargo merupakan kebutuhan yang mendesak untuk daerah dataran tinggi Gayo tersebut. Pasalnya, selain untuk kebutuhan pengagkutan logistik dan barang, juga untuk mempermudah ekspor kopi,” tambahnya.

“Berdasarkan penjelasan Kementerian Perhubungan pembangunan fisik akan dilakukan tahun 2018. Terminal kargo Rembele ini nantinya bisa memaksimalkan pengangkutan berbagai komoditi dari dataran tinggi Gayo dan sekitarnya. Selain itu juga akan difungsikan sebagai gudang mitigasi bencana,” ungkap H Firmandez.()

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

b7363b43 329c 4ab3 8728 6e75f66a27e7
Calon gubernur Aceh nomor urut 1, Bustami Hamzah, membesuk Rahila Nada Filza di Rumah Sakit Cut Meutia Lhokseumawe, Sabtu (19/10/2024). Rahila disiram air baterai oleh ayah tirinya yang menyebabkan 40 persen kulit wajahnya rusak.

Bustami Hamzah Besuk Remaja yang Disiram Air Baterai oleh Ayah Tiri, Tawarkan Biayai Pengobatan

Syukri, yang Tak Tunduk pada Nasib
Syukri, Pemuda lajang asal Desa Pulo keutoe Kecamatan Merah Mulia, Aceh Utara sedang memperbaiki sepeda motor warga. Minggu (6/5). (Pikiran Merdeka | Saifullah)

Syukri, yang Tak Tunduk pada Nasib