Pabrik Pupuk Beralih Produksi Oksigen di Aceh?

suasana pabrik pt pupuk iskandar muda pim yang terhenti 210624140309 943
Pabrik Pupuk Beralih Produksi Oksigen di Aceh?

PM, Jakarta – Anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh,  berkomitmen membantu kebutuhan oksigen di masa pandemi Covid-19 di seluruh Provinsi Aceh.

Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda Budi Santoso Syarif pada acara penyerahan bantuan oksigen untuk penanganan Covid 19 di Provinsi Aceh pada Sabtu, 7 Agustus 2021.

Penyerahan oksigen dilaksanakan di komplek perumahan PIM secara simbolis diterima kepala Humas RSU Cut Mutia Lhokseumawe, Jalaluddin, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara. Budi mengatakan, bantuan oksigen ini merupakan arahan dari Menteri BUMN Erick Thohir.

Budi mengatakan, “Kami siap membantu pemerintah agar rumah sakit yang menjadi rujukan perawatan pasien Covid-19 tidak terkendala akan pasokan oksigen meski hingga saat ini kebutuhan oksigen di Aceh masih dapat teratasi,” ujar Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, 8 Agustus 2021.

Budi menyampaikan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia masih sangat tinggi. Bahkan setiap harinya ribuan kasus baru dilaporkan dari berbagai penjuru daerah. Kata Budi, dampak pandemi Covid-19 sangat merugikan kehidupan manusia.

Budi menyampaikan Pupuk Iskandar Muda mempunyai Pabrik Air Separation Plant dengan Produk utama Nitrogen untuk kebutuhan pabrik dan produk samping berupa oksigen yang sudah tidak diproduksi selama 15 tahun.

“Melihat tingginya kebutuhan oksigen saat ini sebagai bentuk komiten kami dalam upaya penanganan Covid-19, PIM mengoptimalkan produksi oksigen dengan mengurangi kapasitas produksi bitrogen untuk kebutuhan pabrik,” ungkap Budi.

Budi sangat mengapresiasi seluruh kerja keras karyawan yang sudah bertekad kuat mengoperasikan kembali pabrik nitrogen dan oksigenbsehingga dapat membantu penanganan Covid-19. Budi mengungkapkan pabrik PIM dapat memproduksi oksigen 50 botol hingga 75 botol per hari.

“Untuk loading oksigen akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan permintaan dari rumah sakit. Rumah sakit hanya perlu mempersiapkan tabung oksigen untuk diisi ulang,” kata Budi.

Selain itu, lanjut Budi, perusahaan juga berkomitmen membantu pemerintah dalam penanganan penyebaran kasus Covid-19, mulai dari membentuk Tim Tanggap Covid-19, menjalankan protokol kesehatan, vaksinasi untuk seluruh karyawan, tenaga alih daya, dan keluarga karyawan, serta pemberian bantuan kepada masyarakat yang terdampak covid-19.

“Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga seluruh kehidupan kita kembali normal. #IngatPesanIbu untuk selalu pakai Masker, cuci tangan, pakai sabun, jaga jarak, dan hindari kerumunan. Selalu jaga kesehatan, jangan sampai tertular dan jaga keluarga kita,” ucap Budi.

Kepala Humas RSU Cut Mutia, Jalaluddin, menyampaikan terima kasih atas dukungan PIM dalam penanganan pandemi di Aceh, mulai dari bantuan oksigen, disinfectant chamber, hingga penyemprotan disinfectan.

“Bantuan yang diberikan merupakan komitmen perusahaan terhadap upaya penanganan pasien Covid-19. Kerja sama PIM dengan pemerintah Aceh Utara dan rumah sakit sejak awal mewabahnya covid-19 di Indonesia sudah dilakukan,” kata Jalaluddin.[] Selengkapnya baca republika

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

WhatsApp Image 2024 10 03 at 14 32 07
Penjabat Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal, ZA. Si saat menerima sertifikat setelah menjadi narasumber orasi ilmiah pada peringatan 42 tahun Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK), di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Kamis (3/10/2024). Foto MC Aceh.

Pj Gubernur Safrizal: Aceh Butuh Trauma Center untuk Atasi Kerawanan Bencana

WhatsApp Image 2023 02 13 at 3 44 22 PM
Koordinator Observasi Stasiun Metereologi, Klimatologi dan Geofisika Blang Bintang, Aceh Besar, Khairul Akbar saat memaparkan materi dalam diskusi publik yang digelar Yayasan HAkA bersama AJI Banda Aceh, Senin (13/2/2023). [Dok. AJI Banda Aceh]

Deforestasi di Aceh Capai 9.383 Hektare pada 2022, Aceh Selatan Terparah