PM, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan membersihkan tata kelola minyak di Indonesia dan menegakkan aturan demi kepentingan rakyat.
“Lagi diurus itu semua, ya. Lagi diurus semua. Oke, kami akan bersihkan,” ujar Prabowo kepada wartawan usai acara peluncuran Bank Emas di The Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu (26/2).
Sebelumnya, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Abdul Qohar, mengumumkan dua tersangka tambahan dalam kasus dugaan pengoplosan minyak RON 88 dengan RON 92 oleh PT Pertamina Patra Niaga.
Dua tersangka baru tersebut adalah:
- Maya Kusmaya (MK) – Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga
- Edward Corne (EC) – Vice President Trading Operation PT Pertamina Patra Niaga
Dengan penetapan ini, total tersangka dalam kasus korupsi minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina telah mencapai sembilan orang.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung juga telah menetapkan tujuh tersangka lain, termasuk:
- Riva Siahaan – Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga
- YF – Direktur Utama PT Pertamina International Shipping
- SDS – Direktur Feedstock and Product Optimization PT Kilang Pertamina International
- GRJ – Komisaris PT Jengga Maritim dan Direktur PT Orbit Terminal Merak
- DW – Komisaris PT Navigator Khatulistiwa & Komisaris PT Jenggala Maritim
- AP – VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina International
- MKAR – Beneficiary Owner PT Navigator Khatulistiwa
Kasus dugaan korupsi ini mencakup rekayasa ekspor-impor minyak mentah dan pengoplosan bahan bakar yang berpotensi merugikan konsumen dan negara.
Pemerintah berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan Pertamina lebih transparan dalam distribusi BBM agar kejadian serupa tidak terulang.
Belum ada komentar