KontraS Tuding PA dan PNA Dalang Kekerasan di Aceh

KontraS Tuding PA dan PNA Dalang Kekerasan di Aceh
KontraS Tuding PA dan PNA Dalang Kekerasan di Aceh

Jakarta—Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) menuduh kekerasan yang bernuansa politik di tanah Serambi Makkah di dalangi oleh dua partai lokal, yakni Partai Aceh (PA) dan Partai Nasional Aceh (PNA).

Wakil Koordinator KontraS, Crist Subiantoro mengatakan, kekerasan yang terjadi di Aceh tidak dapat dilepaskan dari peran partai lokal di Aceh, khususnya PA dengan PNA, lantaran keduanya sangat sering bersitegang sehingga kekerasan pun terjadi.

“Salah satu indikatornya, beberapa kader kedua partai tidak mampu menunjukkan politik cerdas dan bermartabat,” kata Crist Subiantoro di Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Rabu (2/4/2014).

Diterangkannya, dari temuannya tindakan kekerasan dilakukan oleh segelintir oknum kader partai lokal, akan tetapi dari fakta-fakta tersebut tidak ada upaya-upaya yang dilakukan oleh institusi partai dan elite-elite partai untuk menghentikan dari aksi para oknum Caleg dan oknum simpatisan.

“Harus diakui, berdasarkan fakta dan data yang ada, keterlibatan kader PA Nampak lebih dominan. Selain itu, PNA juga tercatat melakukan beberapa tindak kekerasan,”terangnya.

KontraS melaporkan tindakan kekerasan yang bernuansa politik di Aceh. Dalam laporan tersebut ditemukan 48 kasus kekerasan seperti penembakan, pengeroyokan, pengerusakan dan penculikan. Dari peristiwa tersebut, pihaknya meminta agar Badan Pengawas Pemilihan Umum mengambil tindakan terhadap aksi kekerasan yang dilakukan dua partai politik lokal sesuai dengan kewenangan Bawaslu.[okz]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait