AS Akui Kemampuan Luar Biasa Rudal dan Drone Houthi

israel palestiniansyemen missiles 169
(Foto: via REUTERS/HOUTHI MILITARY MEDIA)

PM, Jakarta – Amerika Serikat mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan teknologi rudal dan drone milisi Houthi Yaman, terutama setelah mereka berhasil menargetkan kapal perang AS dalam insiden terbaru di Timur Tengah. Wakil Menteri Pertahanan AS Bidang Akuisisi dan Keberlanjutan, Bill LaPlante, menyebutkan bahwa kemampuan senjata Houthi kini semakin canggih dan menakutkan, khususnya dalam enam bulan terakhir. “Apa yang saya lihat dari yang telah dilakukan Houthi membuat saya terkejut,” ujar LaPlante dalam Konferensi Tingkat Tinggi Future of Defense di Washington DC, Rabu (13/11).

Kemampuan ini dibuktikan pada serangan di Selat Bab al-Mandeb, Selasa (12/11), di mana dua kapal perusak AS, USS Stockdale dan USS Spruance, menjadi target serangan Houthi. Serangan tersebut melibatkan delapan drone, lima rudal balistik antikapal, dan empat rudal jelajah. Meski begitu, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) memastikan seluruh serangan berhasil dicegat tanpa korban atau kerusakan pada kapal.

Peneliti senior Foundation for Defense of Democracies, Behnam Ben Taleblu, menyatakan bahwa kemampuan Houthi semakin mematikan berkat dukungan Iran. Houthi menjadi satu-satunya proksi Iran yang memiliki rudal balistik antikapal, menjadikan kombinasi mereka sangat berbahaya.

Sejak November 2023, Houthi telah melancarkan lebih dari 90 serangan terhadap kapal, termasuk kapal-kapal terkait Israel, sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina. Serangan ini telah menyebabkan dua kapal tenggelam dan empat personel tewas. Kelompok Houthi juga bersumpah akan melanjutkan serangan hingga Israel menghentikan agresinya di Jalur Gaza. Sebagai tanggapan, AS dan Inggris beberapa kali meluncurkan serangan terhadap target di wilayah Houthi.

Sumber: CNN Indonesia

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

IMG 20230404 WA0035
Sejumlah mahasiswa melakukan aksi ke kantor DPRA, Selasa (4/4/2023) siang, menolak draf revisi UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. [Dok. Ist]

Sambangi DPRA, Sejumlah Pendemo Tolak Revisi UUPA

Persiapan PON Aceh
Pemerintah Aceh terus mematangkan diri mempersiapkan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut Wilayah Aceh. Foto: RRI

Aceh Terus Matangkan Kesiapan PON XXI 2024

Enam Nelayan Aceh Masih Ditahan di Malaysia dan Myanmar
Sejumlah nelayan Aceh mengenakan topi putih yang sempat ditahan di luar negeri karena terlibat ilegal fisihing tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu (30/1/2019). (Antara Aceh/Ampelsa.)

Enam Nelayan Aceh Masih Ditahan di Malaysia dan Myanmar